Tidak hanya itu, wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga meminta agar tumbuhan yang ditanam di kawasan itu harus tahan cuaca panas. “Jangan hanya semak, tapi ada juga yang ukuran sedang dan ada yang tinggi. Jadi dibuat pola – pola gitu biar bagus, didelok iku enak (dilihat itu enak)” ujar Cak Eri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menerangkan, ada beberapa evaluasi yang disampaikan oleh Cak Eri Cahyadi. Antara lain, agar taman pasif di Kota Surabaya dirawat dan ditata dengan baik, sehingga tidak sampai terlalu rimbun atau gersang.
Bukan hanya tumbuhan yang bervariasi, lanjut Hebi, Cak Eri Cahyadi juga ingin agar tanaman di taman pasif itu harus bisa menyerap polusi dan tahan terhadap cuaca. “Sehingga penyerapan CO2 bisa optimal dan bisa memproduksi O2 sebanyak – banyaknya. Nanti kita akan siapkan tiga jenis tanaman, mulai dari semak, perdu – perduan, hingga pohon pelindung yang agak tinggi,” ujar Hebi.












