Cakrawala JatimCakrawala PolitikCakrawala Politik&PemerintahanIndeks

HSN 2022, Ketua Gerindra Jatim Napak Tilas Sejarah Kunjungi Penjara Koblen dan HBNU

×

HSN 2022, Ketua Gerindra Jatim Napak Tilas Sejarah Kunjungi Penjara Koblen dan HBNU

Sebarkan artikel ini

Tentunya cara merawat situs cagar budaya ini harus disesuaikan dengan konteks kekinian sehingga generasi muda bisa tertarik dan tidak melupakan faktor ekonomis bagi pengelolanya,” jelas Gus Sadad sapaan akrabnya.

Anwar Sadad, kembali menegaskan bahwa tujuan napak tilas ke HBU ini adalah untuk memberikan edukasi kepada kader partai gerindra dan masyarakat utamanya generasi muda bahwa perjalanan sejarah bangsa tercinta ini mulau zaman penjajahan, merebut dan  mempertahankan kemerdekaan hingga sekarang ada referensi yang masih terjaga dengan baik.

“Kebetulan kami memiliki garis geneologi untuk mewarisi ajaran-ajaran yang telah diajarkan oleh pendahulu utamanya dari kalangan ulama dan kiai pondok pesantren. Nilai-nilai kejuangan itulah yang ingin kami internalisasikan kepada kader partai gerindra,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa struktur DNA yang mendirikan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan fisik maupun perjuangan kontitusional adalah kelompok masyarakat nasionalis dan kelompok masyarakat yang agamis (relegius).

“Harmoni kelompok nasionalis dan kelompok relegius itu harus tetap kita jaga. Apalagi jelang tahun politik, salah satunya dengan kegiatan napak tilas sejarah perjuangan hadratus syeikh KH M Hasyim Asy’ari ini,” pungkas Gus Sadad

Senada, Nanang salah seorang pemerhati budaya asal Surabaya yang turut mendampingi napak tilas Partai Gerindra menuturkan bahwa situs sejarah perjuangan di penjara tapol Koblen yang tersisa hanya pagar keliling 3,8 hektar dan pos pantau penjaga penjara.

“Bangunan ini memang masuk cagar budaya yang dilindungi. Namun perhatian dari pemerintah belum maksimal sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu. Kalau dilengkapi sesuai kekinian semisal dianrama, cafe, pujasera dan lainnya, saya yakin bisa menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi dan potensi perekonomian bisa tumbuh,” jelasnya.

Lokasi selanjutnya yang  menjadi jujukan adalah Hoofdbestuur Nahdlatul Ulama (HBNU) atau kantor PBNU pertama yang sekarang menjadi kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan VI No.2 Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *