“Dengan lomba ini kita ingin mengajak para anak-anak muda, para generasi milenial, ayo pergi ke pasar. Belanja apapun ada di pasar tradisional,” ujarnya.
Agus Priyo menambahkan pihaknya juga sudah melakukan beberapa terobosan lain. Di antaranya menggandeng beberapa bank untuk memulihkan perekonomian dengan teknologi digital pembayaran cashless (QRIS).
Dengan pembayaran non-tunai itu, maka bakal makin memudahkan pedagang dan pengunjung. Sebab transaksi jual-beli bakal terhindar dari uang palsu atau uang tidak layak edar.
“Sudah saatnya pedagang kita naik kelas. Kita ingin lakukan itu,” katanya.













