Karena bagi Cak Eri, Kota Surabaya tidak bisa dilepaskan dengan kata santri. Juga, selalu identik dengan santri. Hal tersebut didasari salah satunya adalah berdirinya Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat yang pertama di Kota Surabaya. Demikian pula dengan lagu dan lambang Nahdlatul Ulama yang dibuat di Surabaya.
“Inilah sebagai bentuk bahwa ikhtiar kita mengembalikan Surabaya kembali menjadi kota santri. Meskipun Surabaya Kota Metropolitan, tapi kumandang Al-Quran, kumandang Sholawatnya tidak boleh berhenti dari Surabaya ujung barat sampai timur dan ujung utara sampai selatan,” pungkasnya.



