Andi, sapaan akrab Ali Afandi juga menjelaskan ada 11 cabang olahraga baik Jombang maupun Sidoarjo mengajukan diri sebagai tempat penyelenggaraan, ini tentunya membuat tim verifikasi harus benar-benar memilih mana yang terbaik.
“Jadi untuk kunjungan di Sidoarjo kami melihat, mencatat, dan belum sampai merekomendasikan tempat itu, karena kami harus membandingkan dengan yang diajukan daerah lain. Misalnya tenis, Sidoarjo mengajukan, Jombang juga mengajukan,” tambah Andi.
Setelah melakukan peninjauan di Sidoarjo, pada Kamis (8/9) tim verifikasi bergeser ke Kota dan Kabupaten Mojokerto. Kabupaten Mojokerto mengajukan 12 venues untuk 12 cabang olahraga sementara Kota Mojokerto mengajukan 14 venues untuk 17 cabang olahraga, dan juga Stadion Mojosari yang diajukan Kabupaten Mojokerto untuk closing ceremony.
Pada hari ketiga peninjauan, tim verifikasi bergeser ke Jombang untuk melakukan verifikasi terhadap 13 venues yang diajukan. Ada lima tempat yang dinilai representatif untuk venue olahraga, salah satunya GOR Merdeka Jombang untuk venue pencak silat.
”Setelah kami lihat, beberapa tempat ada yang sangat representatif, dan kami rekomendasikan untuk dilakukan di Jombang,” ungkap Dedy Suharyadi, wakil kertua umum III KONI Jawa Timur.












