Nabil menjelaskan, perubahan regulasi ini dilakukan agar proses pembinaan atlet berjalan lebih maksimal dari sebelumnya.
Selain itu, KONI Jatim akan segera melakukan peninjauan ke empat daerah di Sidoarjo Raya (Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Jombang) untuk melihat kesiapan masing-masing tuan rumah.
Selama ini empat tuan rumah tersebut diberi kesempatan mengajukan diri menggelar cabang olahraga dengan melengkapi kesiapan venuenya.
“Untuk kesiapan venue tersebut mulai Rabu besok akan dilihat oleh tim dari KONI Jatim yang akan keliling untuk melakukan verifikasi. Misalnya Sidoarjo mengajukan diri menggelar cabor tenis. Nah ini akan kita lihat bagaimana venuenya layak atau tidak. Demikian juga dengan daerah lain yang mengajukan untuk menggelar cabor tertentu juga akan kita lihat kesiapannya. Tim verifikasi dari KONI Jatim akan turun mulai Rabu mungkin sampai Jumat,” pungkas Nabil.(Caa/her)



