Sementara di saat masa pertumbuhan balita, pemantauan secara berkala juga dilakukan pemkot dengan melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH). Apalagi, melalui Rembuk Stunting dengan melibatkan stakeholder terkait, ia meyakini, Surabaya segera menuju zero kasus.
“Dengan kolaborasi yang luar biasa ini, maka saya yakin Surabaya menjadi zero stunting. Karena Insyaallah ketika di lapangan, maka pendampingan – pendampingan itu juga dilakukan teman-teman dari perguruan tinggi,” ujarnya.
Keyakinan itu disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi karena melihat dari hasil evaluasi pencegahan stunting yang dilakukan Pemkot Surabaya pada tahun 2021. “Maka ketika kita ditopang dengan kekuatan yang hebat-hebat di Surabaya ini, dari semua perguruan tinggi, organisasi kesehatan, saya yakin Surabaya akan menjadi zero stunting,” sebutnya.
Oleh sebabnya, Wali Kota Eri Cahyadi mengaku bangga dan mengucapkan terima kasih atas kekompakan dan gotong-royong seluruh warga Surabaya. Terlebih, dengan adanya KSH, maka upaya pencegahan stunting pada anak, tak hanya dilakukan melalui kegiatan di Posyandu.
“Kalau sudah ada KSH, maka dia bisa datang ke masing-masing rumah untuk mengajak mereka (anaknya) diukur. Dengan model gotong royong seperti ini, maka semua masalah bisa diselesaikan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (hadi)



