Tak hanya sekadar tempat berkumpul, Wali Kota Eri Cahyadi juga menginginkan agar rumah tersebut dapat menjadi ruang kreatifitas bagi anak-anak penyandang disabilitas. Apalagi di Kota Surabaya, belum ada tempat khusus untuk berkumpulnya anak-anak disabilitas.
“Jadi di sana nanti ada pelatihan dan macam-macam. Kami akan membuka pelatihan dan rumah berkumpulnya anak-anak disabilitas. Nanti ada komunitas-komunitas berkolaborasi bersama Pemkot Surabaya,” harapnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu meyakini, ketika anak-anak disabilitas berkumpul dengan komunitasnya, maka akan muncul kepercayaan diri mereka. Apalagi setelah jenjang SMA sederajat, tidak ada lagi tempat khusus untuk mereka berkumpul. “Jadi kita sediakan tempat itu, lokasinya berada di Semolowaru. Insyaallah akhir Agustus 2022 bisa kita resmikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengungkapkan alasan didirikannya Rumah Anak Pintar tersebut. Menurutnya, saat ini belum ada wadah untuk memfasilitasi anak-anak istimewa di Kota Pahlawan.
“Nah, di situ nantinya tempat berkumpulnya anak-anak itu. Di sana nanti akan disediakan semua instruktur. Ada instruktur menjahit, melukis hingga olahraga. Jadi, sesuai dengan bakat dan minatnya,” kata Anna.












