Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

10 Tahun Warga Tunggu Perbaikan, Kinerja PDAM Dipertanyakan. Warga : Tidak Dapat Air Tapi Tetap Disuruh Bayar

×

10 Tahun Warga Tunggu Perbaikan, Kinerja PDAM Dipertanyakan. Warga : Tidak Dapat Air Tapi Tetap Disuruh Bayar

Sebarkan artikel ini
Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya saat meninjau tempat penampungan air warga yang dibuat untuk menyimpan air karena tidak mendapat alir dari PDAM meski telah menjadi pelanggan
Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya saat meninjau tempat penampungan air warga yang dibuat untuk menyimpan air karena tidak mendapat alir dari PDAM meski telah menjadi pelanggan

Zul mengungkapkan bahwa selama ini warga harus membeli air ke penjual air keliling guna memenuhi kebutuhan air bersih.

“Warga mendapatkan air bersih, untuk mencuci, masak, mandi dengan membeli air gledekan. Setiap bulan habisnya Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Kalau tidak ada penjual air gledekan kita beli air galon isi ulang,” ungkapnya.

Menurut Zul, dirinya terpaksa memanfaatkan air sumur untuk keperluan mandi. Tapi kondisi airnya keruh. “Mau gimana lagi. Terpaksa untuk menghemat biaya. Padahal kita ini tinggal di pusat kota,” keluhnya.

Sementara itu warga lainnya,  Tia menambahkan, nasib apes para warga dinana meski air bersih PDAM tidak mengalir, warga tetap dikenakan tagihan untuk administrasi.

“Ketika bulan Januari, Maret, April tagihannya sekitar Rp 18 ribuan. Namun setelah itu naik menjadi sekitar Rp 60 ribu lebih. Tidak dapat air tapi tetap disuruh bayar,” keluhnya.

Akibatnya ada sedikitnya 3 warga yang berhenti menjadi pelanggan PDAM, karena keberatan membayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *