“Jadi, setelah dites mereka diketahui kekurangannya dimana, sehingga pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemimpin-pemimpin Surabaya dan untuk menutupi berbagai kekurangannya itu,” kata Wali Kota Eri.
Menurut Wali Kota Eri, ketika kemampuan mereka meningkat, maka dia yakin kontrak kinerja yang dibikin bersama mereka akan mudah dicapai. Sebab, kontrak kinerja sekarang bukan lagi berupa anggaran, tapi terkait dengan output dan outcomenya.
“Kalau sudah ditingkatkan kemampuannya dan ternyata kontrak kinerjanya belum tercapai, maka sesuai kesepakatan di dalam kontrak kinerja itu, maka mereka harus siap mengundurkan diri. Tapi harapan saya dengan adanya pelatihan ini, kemampuan mereka bisa semakin meningkat, sehingga kontrak kinerjanya bisa tercapai,” ujarnya.
Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa menjadi pemimpin itu tidak mudah. Seorang pemimpin itu ketika melihat sebuah permasalahan, ketika melihat tangisan rakyatnya dan kesedihan rakyatnya, seorang pemimpin itu hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.












