Meski mengaku kesulitan, lanjut Widodo, pihaknya tetap berusaha kembali mengangkat kesenian asli Surabaya ini kembali eksis. Salah satunya dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelestarian ludruk, seperti di Balai Pemuda dan Tempat Hiburan Rakyat (THR).
“Bu Wali (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, red) meminta kita untuk melengkapi fasilitas untuk kesenian ludruk. Bahkan, gamelan yang semula di Balai Pemuda, sekarang diminta agar dipindah ke THR untuk mendukung acara pertunjukan ludruk di sana,” tuturnya.



