Di sisi lain, pengajuan pinjaman atau kredit Bank Jatim juga perlu dibikin sistem yang seragam dan transparan. “Ini jadi momentum untuk mengevaluasi seluruh pimpinan cadang Bank Jatim untuk antisipasi kredit fiktif melibatkan orang dalam tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Komisi C DPRD Jatim selaku mitra kerja Bank Jatim, lanjut Gus Fawait juga perlu lebih intens melakukan kunjungan ke masing-masing cabang Bank Jatim sehingga bisa mendapatkan tambahan data yang utuh bukan cuma ketika bahan dari Bank Jatim pusat.
“Dengan mengetahui langsung kondisi Bank Jatim di masing-masing cabang, Komisi C bisa tahu betul kondisi yang sebetulnya di bawah. Mengingat, Bank Jatim adalah salah satu BUMD milik Pemprov Jatim yang paling produktif sehingga harus dijaga betul,” pungkasnya. (Caa)



