“Ada yang expired tahun 2017, 2018 dan 2019. Disini ada 2 APAR ukuran tabung 25 kg dan 15 APAR tabung ukuran 3 kg. Kita sudah mengajukan ke PD Pasar Surya pusat, tapi belum direalisasikan untuk diperbarui. Padahal setiap bulan kita melaporkan kondisi APAR ke pihak PD Pasar Surya,” imbuhnya.
Maruwan menyadari kondisi ini tidak mendukung penanganan cepat ketika terjadi kebakaran. Dan ini sangat membahayakan.
Selain APAR, instalasi di gardu listrik Pasar Blauran jauh dari kondisi layak dan aman.
“Tempat ini kerap kemasukan tikus dan atapnya bocor. Sehingga lantainya basah. Bahkan ketika hujan deras menimbulkan genangan. Kita tidak berani masuk ke gardu ketika hujan,” ujar Maruwan saat mendampingi Wakil Ketua Komisi B Anas Karno, melihat kondisi gardu di dalam Pasar Blauran.
Ditempat yang sama, Anas Karno mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya kondisi ini terjadi dibanyak pasar di Surabaya. “Ini membuktikan lemahnya pengawasan oleh PD Pasar Surya terhadap keamanan pasar,” imbuhnya.












