Nantinya, kawasan ini juga akan ditambah sentra UMKM. “Selain produsen makanan, kami ajak para pengerajin cenderamata seputar Bung Karno,” katanya.
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono pun mendukung program Pemkot. Bagi Adi, sudah selaiknya para anak muda meneladani semangat Presiden pertama RI ini.
“Pelestarian sejarah harus dilakukan dan menjadi hal yang harus dijaga. Sehingga, anak muda senantiasa sadar. Bahwa Bung Karno dilahirkan dan digembleng di Peneleh, sehingga Surabaya ini memang merupakan dapur pergerakan nasional Indonesia,” kata Adi.
“Di rumah inilah, Bung Karno dilahirkan saat matahari mulai menyingsing di ufuk timur. Sehingga, beliau dikenal sebagai Sang Putra Fajar,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira juga memberikan apresiasi. Baginya, ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.
“Selain wisatawan lokal, warga mancanegara juga harus tahu bahwa di Surabaya dan di rumah ini Bung Karno dilahirkan,” kata Andreas yang juga Ketua Panitia Nasional Bulan Bung Karno DPP PDI Perjuangan ini. (hadi)



