Semangat perjuangan Budi Utomo, sambung Reni, menjadi seruan dalam rangka bagaimana mewujudkan insan yang terpelajar sekaligus membawa perubahan untuk bangkit bersama mengarungi dua tahun lebih masa pandemi.
“Bercermin dari lahirnya organisasi Budi Utomo, maka semangat itu dimulai dari kepedulian tentang dunia pendidikan yang akhirnya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya.
Politisi PKS ini pun menyoroti problem terbatasnya interaksi belajar di ruang kelas akibat dua tahun lebih pandemi. Selain itu, selama pandemi anak-anak pun lebih banyak berinteraksi dengan gadget, sehingga tidak jarang menyebabkan kecanduan.
Reni pun berharap agar Harkitnas menjadi momentum dan semangat bagi setiap insan pendidikan untuk memberikan pengajaran yang mampu mengeksplorasi seluruh potensi peserta didik.












