Di Sukolilo, senam SICITA diselenggarakan di Gedung Wanita. Memakai kaos merah, yang dicetak dari gotong royong pengurus dan kader, bertuliskan: Banteng Sukolilo, Semangat Anti Loyo.
“Semua antusias dan bersemangat. Tertawa, dan gembira. Mengolah tubuh agar tetap bugar dan sehat,” kata Suyanto, Ketua PAC PDI Perjuangan Sukolilo.
Sukolilo adalah tempat bersejarah bagi PDI Perjuangan. Desember 1993, di Asrama Haji, berlangsung Kongres Luar Biasa PDI. Dan, Megawati Soekarnoputri mendapatkan dukungan yang luar biasa berlimpah dari arus bawah. Lantas, Megawati menyatakan de facto sebagai ketua umum terpilih, di tengah kerasnya intervensi rezim Orde Baru.
“Dengan senam SICITA, kami memperkuat basis di masyarakat, memupuk soliditas antar kader. Bravo untuk PDI Perjuangan. Merdeka!” kata Triyarso, Ketua PAC PDI Perjuangan Sukomanunggal usai Senam SICITA.
“Inilah tonggak kebesaran PDI Perjuangan menuju masa depan,” kata Syaifuddin Zuhri, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, usai mengikuti senam SICITA di Benowo.
Diwilayah Jambangan pun demikian, kader-kader banteng telah berhimpun sejak pagi. “Kami telah mempersiapkan dengan baik, sejak setelah Lebaran lalu. Para pengurus, kader dan masyarakat umum berlatih gerakan senam SICITA, dengan bimbingan instruktur,” kata Mohammad Sunar, Ketua PAC PDI Perjuangan Jambangan.
Di Kecamatan Sawahan, senam SICITA digelar di bawah rintik hujan. Kader-kader perempuan, kaum milenial, dan warga masyarakat umum berbaur sejak pagi. “Semangat semua, gembira, dan tubuh segar,” kata Iwan Tjandra, Ketua PAC PDI Perjuangan Sawahan.












