Apalagi, bukan perkara mudah memimpin provinsi sebesar Jawa Timur yang memiliki kompleksitas dan juga dinamis. Kaya subkultur yang memiliki karakteristik unik serta berbeda. Keunikan ini juga menjadi kekayaan dan potensi Jatim.
“Menjadi potensi, karena diramu dan diracik oleh seorang gubernur yang ‘njawani’, yang bisa mengawinkan seluruh kekuatan tradisi menjadi kebijakan khas Jatim,” ungkap politisi asal Pasuruan tersebut.
“Tiga tahun menjalankan tugas sebagai kepala daerah, telah memberi gambaran jelas bahwa provinsi ini berada di jalur untuk menjadi yang terunggul di Indonesia raya,” pungkas Gus Sadad. (Caa)












