Advertorial

‘Dandan Omah’ Program Padat Karya Dongkrak Ekonomi Kerakyatan 154 Kelurahan

×

‘Dandan Omah’ Program Padat Karya Dongkrak Ekonomi Kerakyatan 154 Kelurahan

Sebarkan artikel ini
wali Kota saat menijau rumah yang menerima manfaat program dandan omah
wali Kota saat menijau rumah yang menerima manfaat program dandan omah

“Jadi 800 unit rumah itu dikerjakan APBD murni Surabaya tahun 2022. Sedangkan 500 unit rumah lainnya, rencananya dikerjakan menggunakan PAK,” kata Kepala DPRKPP Surabaya, Irvan Wahyudrajad.

Irvan memastikan, bahwa anggaran setiap unit rumah yang diperbaiki menggunakan besaran yang sama, yakni Rp 35 juta. Tak terkecuali para pekerja pada setiap unit rumah yang diperbaiki melibatkan 4 orang warga yang berasal dari kelurahan setempat. “Jadi Dandan Omah Ini betul-betul swadaya masyarakat. Jadi kita hanya menyerahkan anggaran ke Tim KTPR. Kemudian, mereka yang mengerjakan,” ujar Irvan.

Tak lupa, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya itu juga kembali mengimbau kepada camat dan lurah, apabila menemukan rumah warga yang tidak layak huni, agar bisa dilaporkan. Tentu saja laporan itu wajib didukung dengan data-data MBR dan kepemilikan yang sah atas lahan rumah. “Pak Wali Kota berpesan kepada camat dan lurah, apabila menemukan rumah yang tidak layak huni agar dilaporkan,” jelas dia.

grafik program dandan omah
grafik program dandan omah

Menurut Irvan, paling banyak kerusakan rumah warga itu ada pada tembok keropos hingga atap bocor. Juga, kondisi elevasi lantai rumah yang berada di bawah jalan, sehingga menyebabkan banjir ketika turun hujan. “Kalau rumahnya tidak layak huni, maka penghuninya juga sulit untuk sehat. Jadi, sesuai visi misi Pak Wali Kota, kita harus menciptakan liveable city, kota yang layak huni,” pungkasnya.

Di samping itu, kata Irvan, ada sejumlah outcome yang diharapkan melalui Dandan Omah program padat karya tersebut. Yakni, dapat meningkatkan kualitas lingkungan hunian serta nilai ekonomi kawasan. Kemudian, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berupa peningkatan jumlah kesembuhan beberapa penyakit seperti TBC, ISPA, DB dan sebagainya.

“Selain itu diharapkan pula dapat meningkatkan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat melalui program padat karya. Juga diharapkan dapat meningkatnya gotong-royong dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas hunian dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *