Kabidhumas menambahkan, berdasar pengalaman, kaum wanita lebih banyak menjadi sasaran jambret. Sedangkan copet tidak menargetkan kalangan tertentu namun lebih memilih calon korban yaitu orang yang berada di tengah kerumunan massa sehingga aksi pelakunya bisa tersamar.
Terkait aksi copet dan jambret atau perampasan, Kabidhumas menyampaikan beberapa tips aman agar masyarakat terhindar dari dua tindak kejahatan di atas.
Merujuk pada beberapa referensi, tips aman untuk menghindari copet atau jambret itu diantaranya :
1. Memulai kegiatan dengan berdoa agar Tuhan memberikan kelancaran dan keselamatan saat beraktivitas.
2. Usahakan tidak beraktivitas sendirian. Upayakan mengajak keluarga atau rekan sehingga ada yang ikut mengawasi kegiatan yang dilakukan.
3. Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Bersikap observatif serta Waspada terhadap gerak-gerik orang di sekitar . Tetap tenang dan jangan over reaktif.
- 4. Jaga jarak terhadap orang yang baru dikenal.
5. Waspadai dompet, jangan sampai menyembul saat disimpan. Upayakan tidak seluruh uang disimpan dalam dompet.
6. Gunakan tas yang terlihat tidak mewah dan tertutup. Para pelaku perampasan dan copet sering menargetkan tas yang terlihat mewah dan mencolok. Gunakan tas dengan penutup seperti resleting atau kancing sehingga tidak mudah dibuka.
7. Usahakanlah untuk selalu menggendong tas di bagian depan tubuh, dan peluklah tas jika anda terpaksa melewati kerumunan orang. Ada baiknya dompet atau HP tidak ditaruh begitu saja di dalam tas, tapi selipkan di dalam map, atau kantung yang lebih besar sebelum dimasukkan ke tas.












