Tapi, Pulung mengaku Pemprov Jatim tidak bisa sendirian dalam pengelolaan. Untuk itu ia meminta dukungan dari stakeholder terkait demi memajukan prestasi para atlet Jawa Timur.
“Pengelola tidak bisa maksimal tanpa kerjasama dan dukungan stakeholder. Sehingga kami menggandeng Pak Ketum PBSI Jatim yang terpilih (Tony Wahyudi) untuk kedepannya, kita harus merencanakan yang terbaik untuk Jawa Timur,” sambung Pulung.
Di sisi lain, Sekum KONI Jatim Harun menyampaikan harapannya bahwa dengan pengelolaan GOR Sudirman yang telah kembali ke tangan Pemprov Jatim, maka pembinaan dan pengembangan olahraga khususnya bulu tangkis akan semakin ditingkatkan.
“Kita berharap dan optimis bahwa prestasi kita akan meningkat ke depannya. Artinya momen ini menjadi tapakan dan harapan baru. Karena di olahraga itu harus ada peningkatan. Mulai pembibitan, pembinaan dan prestasi harus ada peningkatan, itu olahraga,” terang Harun.
Setelah prosesi penyerahan, Pulung Chausar, Harun, Wijanarko, dan Tony Wahyudi berkeliling ke area GOR Sudirman. Pulung dan rombongan lainnya terlihat melakukan pengecekan sarana dan fasilitas yang dimiliki GOR bulutangkis terbesar di Surabaya ini. (Caa)












