Baginya, persoalan lingkungan tidak bisa hanya dimaknai urusan ekonomis semata, namun juga terkait komitmen masyarakat dalam menjaga alam untuk mencegah bencana.
Presidium Dewan Kesenian Jatim ini berkeyakinan, dengan inisiasi BPBD Jatim ini akan membuat masyarakat tergerak untuk berbuat menjaga kelestarian alam.
Sementara, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa menyampaikan, penanaman pohon ini sengaja dipilihkan bibit dengan ketinggian satu meter. Karena kalau dibawah ketinggian itu sulit perawatannya.
Kegiatan tandur-tandur ini juga sengaja melibatkan berbagai komunitas unsur pentahelix. Karena penanggulangan bencana, lanjutnya, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi harus melibatkan komunitas dan unsur pentahelix lain, termasuk masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan, kegiatan mitigasi berbasis vegetasi hari ini juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden saat Rakornas dan Ibu Gubernur terkait kegiatan tandur-tandur.
“Semoga kegiatan ini mampu menjaga kelestarian lingkungan. Karena kalau kita jaga alam, alam juga akan jaga kita,” pungkasnya. (Caa)



