Dengan metode ini calon peserta didik akan mendapatkan keuntungan jika memilih sekolah dalam zonanya sehingga akan mendorong pemilihan sekolah dalam zonanya untuk peserta didik yang punya nilai tinggi masih memiliki kebebasan untuk memilih sekolah, sedangkan target dari zona terpenuhi, tidak ingin siswa-siswa sekolah hanya di favorit saja , supaya siswa menyebar di sekolah-sekolah di luar favorit.
“Untuk masuk ke SMA negeri di Jatim ada zonasi, tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Surabaya, misalnya, akan terbagi ke lima zona, yakni barat, timur, utara, selatan, dan pusat. Satu anak nanti maksimal memilih dua SMA,” kata Saiful.











