Dikatakannya, apabila penerapan full day ini diterapkan bisa membuat program yang diterapkan di jaman Gubernur Pak Imam Utomo bisa berhenti, karena Jatim ini basis pendidikan Diniyah dan Salafiyah yang dinilai menjadi kunci kekuatan spritual dan moralitas pelajar. “Basis terhadap spritual dan moralitas ini jangan diganggu. Justru kami pertahankan Diniyah Salafiyah di Jawa timur itu, ini khas Jawa timur,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga akan mengeluarkan edaran kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Jawa Timur agar pelaksanaan Full Day School ditunda terlebih dahulu. Tak terkecuali Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang telah menyatakan akan menerapkan kebijakan baru tersebut. “Saya akan membuat edaran agar semua ditunda,” pungkasnya.
Anggota DPRD Jatim, Sri Untari mengatakan, meskipun hanya belajar selama 5 hari, kebijakan sistem belajar full day dinilai tidak efektif bagi para murid, terutama yang ada di perdesaan. Mengingat kebijakan tersebut secara perlahan-lahan dapat menghapus kultur dan interaksi si anak kepada lingkungan sekitarnya.












