Muhammad Lutfi menerangkan, digelontornya pasokan migor curah ini dengan target pasarnya menjadi basah. Maksudnya, pasokan migor curah di pasar harus tersedia sehingga tidak terjadi kelangkaan. “Supaya bisa jalan, pasarnya itu harus basah bener. Jadi keluar dulu minyaknya semua, supaya harga bisa turun. Nah ini yang sekarang saya kerjakan,” katanya kembali.
Sementara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan, Pemkot Surabaya akan melakukan pengawasan atas distribusi migor curah ini di pasar-pasar di Kota Pahlawan. Menurutnya, sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, harga migor curah dijual Rp 10.500 ke pedagang. “Kemudian pedagang bisa menjual dengan harga Rp 11.500,” katanya.
Cak Ji, demikian Armuji akrab disapa, menambahkan pengawasan akan dilaksanakan oleh satgas lintas sektor. Ada dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya, Disperindag Pemprov Jatim dan kepolisian.
“Satgas ini nanti yang melakukan pengawasan pelaksanaan di lapangan, bahwa penjualan migor tidak boleh melebihi HET,” terangnya.
Cak Ji berharap dengan pasokan ini, tidak ada kelangkaan migor di Surabaya. Ia juga menginginkan tidak ada panic buying yang membeli migor dalam jumlah besar.
Dalam kunjungan ke Pasar Tambahrejo ini, Mendag Muhammad Lutfi datang dua kali. Pertama, ia mengecek ketersediaan harga bahan pokok di pagi hari. Setelah itu ia bergeser dan siangnya kembali lagi.
Dalam kedatangannya yang kedua itu, Mendag Muhammad Lutfi memantau langsung distribusi migor curah ke pedagang. Saat itu, didatangkan dua truk yang mengangkut migor curah dengan kapasitas 10 ribu liter. (hadi)










