Menurutnya, malaikat dan jin diperintahkan untuk menyembah Nabi Adam, tapi bukan berarti untuk menuhankan Nabi Adam. Demikian pula menghormat kepada bendera merah putih bukan berarti menuhankan bendera. Namun, menghormati bendera merah putih untuk mengenang jasa para Pahlawan.
“Kita harus bersyukur kepada Allah SWT, agar rezeki yang kita dapatkan menjadi barokah. Kalau tidak bersyukur pasti akan merasa kurang. Jangan bergaya hidup mewah, bisa terjadi besar pasak daripada tiang. Ibu-ibu harus bisa mengatur kebutuhan rumah tangga, bapak-bapak yang menjadi pemimpin rumah tangga harus bisa membina istri dan anak-anak. Jangan sekali-kali membuka aib pasangan karena pasangan kita ibarat pakaian yang kita kenakan. Kalau dibuka maka akan terlihat auratnya, sama saja itu membuka aib, jadikanlah rumahku menjadi surgaku. Baity jannaty,” terangnya.
Kapten Kav Anjar Hari Wibowo juga menekankan bahwa jika punya masalah jangan dimasukkan dalam status WA ataupun curhat di medsos. Menurutnya, permasalahan cukup keluarga yang tahu. “Keluh kesahkan hanya kepada pasangan kita, dan minta tolonglah hanya kepada Allah agar diberi kemudahan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada setiap istri prajurit agar selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk suami, sehingga suaminya lebih bersemangat dan tidak melakukan pelanggaran. “Dalam hal ini peran ibu-ibu Persit juga penting, dalam mendukung dan memotivasi suaminya, supaya suaminya berdinas dengan semangat dan enggan berbuat pelanggaran,” tandasnya. (Anton)



