Diaktifkannya kembali hotline puskemas ini, kata Khusnul, tidak hanya soal antisipasi kegawatdaruratan saja, tapi juga dalam rangka mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Nomor hotline puskesmas yang sudah ada harus disosialisasikan oleh camat, lurah, RW, RT atau kader kesehatan. Sehingga masyarakat tahu nomor hotline tersebut. Namun tentunya nomor tersebut tidak hanya untuk diketahui, tapi juga bisa dihubungi. Harus ada petugas yang menjaga 24 jam,” ungkapnya.
Musim penghujan seperti sekarang ini, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, rawan terjadi penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD. Sudah ada puluhan warga Surabaya yang dirawat di rumah sakit karena DBD ini.



