Berita UtamaCakrawala Surabaya

Dalam Tiga Bulan, Stunting di Surabaya Turun Drastis dari 5.727 Kini 1.657

×

Dalam Tiga Bulan, Stunting di Surabaya Turun Drastis dari 5.727 Kini 1.657

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Eri Cahyadi di acara Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting) di halaman Taman Surya, Rabu (26/1)/Kominfo Surabaya

“Saya tidak akan pernah membangun suatu yang monumental di Surabaya, tapi yang saya bangun adalah generasi mudanya. Ini sudah menjadi tugas saya dan Pak Armuji kedepannya,” kata Wali Kota Eri di hadapan ibu-ibu balita yang hadir di halaman Taman Surya, Rabu (26/1/2022).

Penanganan stunting di Kota Pahlawan, menjadi salah satu konsen Wali Kota Eri dan Wawali Armuji di tahun ini. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK serta kader kesehatan untuk gerak cepat menangani stunting.

Wali Kota Eri menyarankan, agar jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK dan kader kesehatan melakukan pengecekan secara rutin dan pendampingan ke rumah-rumah warga untuk mencegah stunting.

“Saya tugaskan kepada Kadinkes untuk mendata setiap anak yang lahir di Surabaya. Kapan pun itu harus tahu jumlahnya, begitu juga kepada para Kepala Puskesmas dan Kader Kesehatan untuk memantau warganya, tetangga atau saudaranya, kalau ada kekurangan tolong disampaikan segera. Insya allah tidak ada lagi yang namanya stunting,” tegas Wali Kota Eri.

Dalam momen itu, Wali Kota Eri dan Wawali Armuji sempat menyuapi bubur bayi kepada perwakilan lima balita berisiko stunting. Di antaranya adalah Muhammad Dafin, bayi usia 10 bulan asal Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng dan Dinendra Kelana, bayi usia enam bulan asal Kecamatan Rungkut.

Sementara Kadinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, lomba ini diikuti anak balita berisiko stunting yang ada di 154 kelurahan se-Surabaya. Sedangkan yang hadir di halaman Taman Surya, total ada 308 anak balita berisiko stunting. “Setiap kelurahan diwakilkan dua anak balita berisiko stunting. Ada beberapa yang diwakilkan karena berhalangan hadir,” jelas Nanik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *