Pasalnya, kecamatan Caruban sendiri adalah sudah berkembang menjadi ibukota kabupatren Madiun, sehingga banyak potensi ekonomi yang bisa diberdayakan.
“Harapan kita bersama tentunya terminal ini menjadi hal yang produktif dan banyak inovasi serta terobosan. Terlebih Caruban menjadi ibukota kabupaten. Di kanan kiri banyak lahan yang bisa difungsikan dan di desain untuk kebutuhan masyarakat,” kata politisi PKB tersebut.
Dari data yang dihimpun, kucuran anggaran dari Pemprov Jatim untuk pengelolaan terminal tipe B Caruban pada tahun 2022 ini memang menurun tajam, hanya 180 juta untuk pemeliharaan dan kebersihan.
Minimnya anggaran tersebut karena Dishub LLAJ Jatim mempriorotaskan untuk angkutan massal dan adanya recofusing anggaran akibat adanya pandemi Covid 19.
“Memang sangat menurun tapi masih ada biaya pemeliharaan dan tenaga kebersihan,” kata kepala seksi prasarana angkutan jalan Dishub dan LLAJ Jatim Ainur Rofik.
Meski demikian, kata Ainur Rofik, dia menyambut baik usulan dari komisi D DPRD Jatim untuk mengembangkan terminal tipe B Caruban untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.












