“Musda ini hanya menentukan maksimal 3 nama calon ketua. Tim 3 DPP nanti akan memanggil para calon ketua yang dipilih di Musda itu untuk dilakukan fit and proper test, dilihat Currikulum Vite-nya, lalu rekam jejeknya dan menyampaikan visi misi strategi calon ketua DPD untuk membesarkan Partai Demokrat di Jawa Timur,” beber Renanda.
Berdasarkan pengalaman pelaksanaan 30 Musda yang sudah dilaksanakan, lanjut Renanda setidaknya ada 3 provinsi yang ketua terpilihnya justru bukan dari calon yang mendapat dukungan terbanyak dari DPC.
“Itu terjadi di Musda DPD Provinsi Nusa Tengggara Timur, Kepulauan Riau dan Lampung. Jadi fit and proper test itu sangat menentukan karena kita ingin mencari yang terbaik dari yang sudah baik,” tegas Renanda Bachtiar.
Diaku Renanda, AD/ART Partai Demokrat yang lama memang DPP tidak memiliki ruang yang cukup untuk menentukan ketua DPD maupun ketua DPC. Namun di AD/ART hasil Munas tahun 2020 lalu ada perbedaan yang mendasar, dimana DPP diberi ruang untuk menilai dan memutuskan ketua terpilih melalui mekanisme fit and proper test.
“Dukungan mayoritas itu memang akan menjadi salah satu penilaian Tim 3 tapi penentunya adalah fit and proper test. Hasil fit and proper test itu biasanya seminggu setelah pelaksanaan. Sedangkan pelaksanaan Fit and Proper Test dilakukan maksimal seminggu setelah Musda,” beber Renanda Bachtiar.



