Sebab, menurut Risma, semakin banyak prestasi yang didapat maka undangan dari berbagai macam kalangan akan datang silih berganti untuk menjadikan Gerry sebagai bintang tamu atau hal lainnya.
“Gerry harus berani menolak, karena jika tidak sangat tinggi resikonya. Itu akan mempengaruhi prestasinya, mengganggu pola kesehatan, makan dan latihannya, sehingga fokusnya akan menyusut. Saya tidak mau itu terjadi,” tegas Risma.
Risma berpesan agar Gerry tidak berkecil hati jika mengalami kegagalan di ajang perlombaan justru sebaliknya Gerry harus rutin berlatih sesuai dengan porsinya, mengasah kemampuan sebaik mungkin dan terus bekerja keras agar mampu mengunci gelar di setiap ajang.
Lebih lanjut, suasana obrolan antara Gerry dan Risma terlihat cair. Hal itu tergambar dari raut wajah Gerry yang percaya diri dan semangat ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh walikota perempuan pertama di surabaya itu. Bahkan terkadang sesekali keduanya bersenda gurau.(hdi/cn02)












