“Nah, Sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri itu jika telah memenuhi syarat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional selama 12 bulan dan membina dua sekolah menjadi sekolah adiwiyata kota serta lolos penilaian oleh tim penilai Adiwiyata pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan nilai minimal 95,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini, Surabaya telah mempunyai 288 sekolah yang sudah ber-Adiwiyata yang terdiri dari 211 Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, 30 Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, 18 Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, dan 29 Sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri. Untuk tahun 2021 ini, ada 5 sekolah yang telah lolos verifikasi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kota Surabaya, yaitu SDN Kebonsari 1, SDN Manukan kulon, SDN Manukan kulon 2, SMPN 15, SMPN 18.
“Sedangkan 9 sekolah yang berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Kota Surabaya adalah SDN Benowo 1, SDN Bibis 113, SDN Bubutan IV, SD Al-Irsyad, SMPN 8, SMPN 30, SMPN 36, SMPN 37, dan SMPN 38,” tegas Anang-sapaan Suharto Wardoyo.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan yang menyerahkan penghargaan kala itu mengatakan, piala dan piagam penghargaan yang telah diterima pihak sekolah itu merupakan wujud kerja keras dan kasih sayang yang diberikan kepada anak didiknya selama ini. Terutama dalam memberikan arahan dan suri tauladan dalam menjaga lingkungan di sekolahnya maupun di lingkungan sekitarnya.
“Tentunya, kita berharap ke depannya seluruh sekolah di Kota Surabaya, baik SD maupun SMP bisa mendapatkan predikat Adiwiyata semua. Syukur-syukur semuanya bisa mendapatkan Adiwiyata Mandiri. Amiin,” katanya.



