Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi, antara lain ancaman kelompok intoleran, radikalisme, dan terorisme. Aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, balap liar, penyalahgunaan narkoba, pesta miras dan aksi perusakan fasilitas umum.
“Operasi Lilin Candi 2021 harus dilaksanakan secara optimal. Kejahatan dan gangguan kamtibmas harus kita cegah dan antisipasi. Ketika operasi ini berhasil, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas ibadah Natal dan tahun baru dengan rasa aman dan nyaman, baik dari gangguan kamtibmas maupun dari bahaya Covid-19,” pesan Gubernur Ganjar.
Operasi Lilin Candi 2021 digelar selama 10 hari mulai 23 Desember 2021 – 2 Januari 2022 dengan menurunkan 177.212 personel gabungan TNI-Polri maupun Pemda, tersebar di 54.959 objek seluruh Indonesia, mulai gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, hingga stasiun kereta api, bandara, dan pelabuhan. Ditempatkan pada 19.464 pos pengamanan dan 1.082 pos pelayanan.
Selain itu merujuk pada data dari Kementerian Perhubungan, belasan juta orang akan melakukan mobilitas selama masa libur Nataru sehingga antisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron harus dimaksimalkan.
“Laksanakan tugas ini secara humanis, lakukan secara bersama-sama, bersinergi dengan semua pihak yang terlibat dan satukan visi maupun tujuan demi keberhasilan pelaksanaan operasi,” sambungnya.












