Febria menerangkan, meskipun angka kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya sudah mulai melandai, Dinkes terus aktif melakukan tracing secara berkala untuk mencari temuan kasus baru. Seperti pelaksanaan swab 10 persen di lingkungan kantor pemerintahan dan kantor swasta yang telah dilaksanakan.
“Minimal 10 persen dari institusi harus kita tes, jadi memang kita mencari ada yang positif atau tidak,” terang dia.
Dari hasil tracing itu, apabila ditemukan kasus positif Covid-19, dinkes melalui Puskesmas setempat akan meminta pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi. Harapannya, agar virus tersebut tidak mudah menyebar dan menimbulkan lonjakan Covid-19.
“Surabaya tidak ada (Omicron). Sampai hari ini Surabaya belum ada laporan, hanya (mutasi) Delta,” ujar dia.



