“Kami akan terus bergerak memastikan semua kebijakan publik khususnya di Pemkot Surbaaya tidak bias jender, tidak mendiskriminasi kaum perempuan,” ujar Dyah.
Dyah mengajak kaum perempuan Dyah mengajak kaum perempuan Surabaya untuk semakin berkiprah di ruang publik dengan penuh percaya diri. “Kaum perempuan harus semakin banyak mengisi ruang-ruang publik. Kaum perempuan tidak boleh lagi disterotip hanya bisa mengurus masalah domestik, tetapi juga telah terbukti mampu berkiprah di ruang publik,” tegas Dyah.
Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Khusnul Khotimah menambahkan, selama ini telah banyak kebijakan Pemkot Surabaya yang berpihak kepada kaum perempuan.
“Mulai dari berbagai program pemberdayaan UMKM, perhatian pada kesehatan ibu hamil, hingga beragam intervensi serta fasilitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seperti beasiswa, bantuan modal, dan sebagainya menjadi bagian dari langkah Pemkot Surabaya dalam mencegah feminisasi kemiskinan. Itu kami apresiasi, dan sekaligus menjadi bukti komitmen Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji yang semuanya adalah kader PDI Perjuangan,” ujar Khusnul yang juga ketua Komisi D DPRD Surabaya.
Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Siti Maryam memaparkan, kaum perempuan di Surabaya saat ini telah terbukti mampu berprestasi. Ada banyak perempuan Kota Pahlawan yang menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya dengan peran yang melampaui hanya soal urusan domestik.
“Kita mengenal Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu Puan Maharani, dan Ibu Tri Rismaharini sebagai contoh pemimpin perempuan yang begitu tangguh dan terbukti berhasil pada tugas pengabdiannya masing-masing. Banyak pula kaum perempuan di Surabaya yang menjadi pengusaha dengan ribuan tenaga kerja, menjadi dosen dan guru yang mampu mendidik generasi muda, dan sebagainya,” papar Siti Maryam.












