Risma mengatakan, menjadi pemimpin itu berat tanggung jawabnya, meskipun menurutnya orang lain menilai ia mampu untuk mengemban tugas itu.
“Aku bisa bangun kota jadi bagus, tapi masyarakatnya nangis, menderita. Apa itu?,” tuturnya.
Walikota menegaskan, bahwa yang bisa menilai pemimpin itu seperti apa adalah masyarakat, bukan dirinya sendiri.
“Sombong banget jika seperti itu. Dikasih cobaan Tsunami bisa habis kalau gitu,” ujar Risma.
Walikota yang pernah meraih predikat terbaik dunia ini menyatakan, menjadi pemimpin adalah amanah, karena harus menanggung jutaan orang.
“Aku ngomong ke Ibu (Megawati) ini belum selesai. Saya laporkan tentang orang miskin dan sebagainya Ibu tahu dan paham. Jarena berangkatku dari sumpah,” katanya.
Ia mengaku, akan menyelesaikan tugasnya selaku walikota semampunya.
Meskipun dalam perjalanannya dalam menjalankan tugas banyak yang ia alami.












