“Kita harus melakukan sesuatu yang besar. Partai selama ini termasuk Golkar berarti selama ini tidak punya cara untuk bagaimana bisa menyerap aspirasi rakyat selalu hadir dalam media sosial untuk membangun apa yang disebut revolusi komunikasi. Kita harus menggunakan maksimal media sosial ini untuk menjadi jembatan meraih simpati rakyat,” jelasnya lagi.
Sementara itu ketua AMPG Jatim Pranaya Yudha Mahardika mengatakan, setelah melalui seleksi ketat, terjaring sekitar 56 peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut. Akan diberi pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuannya di media sosial dalam meningkatkan citra partai ke depan.
“Dari 98 yang ikut seleksi, yang lolos menjadi 50 peserta. Kami juga memerlukan persyaratan yang ketat sehingga mereka yang kami juga memberlakukan persyaratan yang ketat sehingga yang mereka yang lolos seleksi memang benar-benar punya kemampuan dan terpilih,”pungkas Yudha yang juga anggota komisi C DPRD Jatim itu. (Caa)



