Khofifah mengatakan, pasca kejadian, dirinya langsung berkoordinasi dengan Bupati Madiun dan memerintahkan Plh. Sekdaprov Jatim sebagai Kepala BPBD Jatim beserta Kalaksa BPBD dan OPD Jatim terkait untuk mengecek langsung kondisi pasca bencana.
Selain meninjau lokasi kejadian, tim ini juga melakukan assessment dan pendataan. Bagaimana dampaknya serta kebutuhan semen atau genteng untuk perbaikan rumah dan fasilitas umum (fasum) yang rusak.
Menurut Khofifah, untuk perbaikan dan penanganan rumah terdampak bencana puting beliung ini akan dikoordinasikan dengan berbagai instansi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Anggaran perbaikan juga berasal dari APBD Pemprov Jatim, APBD Pemkab Madiun, serta Baznas Jatim melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu).
“Prinsipnya, kita semua harus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan gercep (gerak cepat). Kita harapkan masyarakat tenang dan tidak panik. Kami hadir langsung di lapangan. Pak Bupati, Pak Kapolres dan Dandim langsung ke lapangan. Tanda bahwa semuanya akan memberikan perhatian dan perlindungan masyarakat sebaik mungkin,” ujar Khofifah.












