“Makanya, kita berharap di akhir pekan atau hari-hari libur banyak bibit unggul yang bermunculan di beberapa pemukiman warga. Mereka itu bisa ditampilkan dengan mendongeng di TBM,” kata Musdiq seusai acara.
Menurutnya, dengan mendongeng, kepercayaan diri anak-anak diharapkan semakin tumbuh dan berkembang. Apalagi, kalau mendongeng pasti akan membaca terlebih dahulu, sehingga diharapkan minat baca bagi anak-anak dan orang tua juga bisa tumbuh dengan adanya mendongeng itu.
Musdiq juga menjelaskan, kebudayaan mendongeng kini sudah mulai tergerus. Bahkan, terkadang orang tua itu hanya memberikan handphone kepada anaknya supaya bisa melihat cerita-cerita di Youtube dan sebagainya, sedangkan orang tuanya tidur.
“Nah, kebiasaan inilah yang harus kita hilangkan dan mendongeng kita tumbuhkan lagi. Dengan mendongeng, maka orang tuanya pasti membaca lalu mendongengkan, sehingga di situ ada filter dan bisa memasukkan nilai-nilai dongeng kepada anaknya,” tegasnya.
Menurutnya, program mendongeng itu masih kurang masif. Makanya, Wali Kota Eri meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk bergerak secara masif dalam program Surabaya Mendongeng itu. “Jadi, Surabaya Mendongeng ini betul-betul kami masifkan dan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Surabaya,” katanya.












