Usai melakukan pemantauan gorong-gorong di kawasan Jalan Kenjeran, Wali Kota Eri langsung menuju ke perkampungan Jalan Setro. Berbeda dengan temuan tumpukan sampah, di kawasan perkampungan tersebut, Wali Kota Eri menemukan banyak tumpukan lumpur.
Dia mengungkapkan, pemkot akan membuatkan crossing saluran air di kawasan Jalan Setro. Tujuannya agar air bisa mengalir ke Kali Jeblokan dan mengurangi penumpukan air di kawasan Setro, serta kawasan Gading yang biasa terjadi genangan.
“Satu-satunya jalan, air ini harus dibuang ke pedestrian di Jalan Kenjeran, lalu di-crossing saluran air ke Kali Jeblokan. Karena selama ini aliran air tidak bisa keluar, air ini hanya berputar saja di kawasan itu. Maka kita buatkan crossing saluran air, yang Insya Allah kita butuh waktu 6 hari lagi di daerah Kedung Cowek,” ungkap dia.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya itu meminta maaf kepada masyarakat Kota Surabaya, khususnya para pengguna jalan di kawasan Jalan Kedung Cowek yang terganggu dengan pengerjaan crossing saluran air.
“Saya mohon maaf untuk warga Surabaya yang terganggu di daerah Kedung Cowek, karena ada hambatan lalu lintas untuk beberapa hari. Tapi ini harus kita lakukan untuk kelancaran aliran air, agar tidak menimbulkan genangan,” ujar dia.












