Baginya, tradisi yang sudah ada di masyarakat harus terus dilestarikan bahkan dikuatkan.
Apalagi, Kiai Muhajir menambahkan, kitab kuning yang dilombakan adalah Fatchul Mu’in, kitab yang dijadikan rujukam seluruh pesantren NU di Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa agama Islam itu adaptif dengan tradisi yang ada.
“Budaya itu sebuah karya nyata masyarakat setempat. Islam datang adaptif dengan budaya lokal. Jika budayanya kurang pas, diperbaiki tapi tetap dikuatkan,” tegas Kang Aher.
Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa, selain silaturahim, pihaknya ingin mendapatkan arahan dan nasihat kiai.
“In syaa Allah kami akan terus berusaha menjalankan arahan dan nasihat Pak Kiai,” pungkasnya. (Caa)



