Ia menegaskan, operasi zebra dan nataru yang akan dilakukan nantinya bersifat humanis. Pihaknya juga mulai memetakan lokasi-lokasi rawan kecelakaan.
“Kami juga sudah survei lokasi-lokasi blackspot yang sering terjadi kecelakaan. (Di sana) kami upaya siapkan crane, ambulans, mobil derek termasuk patroli rutin kami maksimalkan. Ini upaya mencegah kecelakaan lalu lintas,” jelas dia.
Disinggung terkait kemungkinan adanya pos penyekatan atau pemeriksaan dokumen di pintu masuk Jawa Tengah, Agus mengaku masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.



