Ia juga menyebutkan bahwa poin-poin dalam APBD yang bersentuhan langsung dengan masyatakat tersebut juga berasal dari hasil reses yang dilakukan oleh kalangan DPRD. “ Seperti penambahan honor mudin dan lain sebagainya itu berasal dari hasil reses kami yang banyak menemukan keluhan ditengah masyarakat,” sebutnya.
Politis PDIP ini juga menyebut selain honor mudin, juga ada beasiswa bagi siswa siswi MBR yang itu menjadi ide dari DPRD sejak lama, kemudian pemberian seragam gratis baginsiswa SD dan SMP sebanyak 46 ribu yang juga menjadi bagian temuan dilapangan. “Banyak yang menjadi konsen secara bersama antara wali kota, wakil wali kota dengan DPRD kota Surabaya yang bertemu pada satu titik pembahasan dan kesepakatan bersama di APBD ini,”paparnya.
Sementara itu, terkait penetapan APBD dimomen hari pahlawan, Adi menjelaskan bahwa ini adalah kesepakatan dari ide DPRD dan wali kota untuk memberikan kado kepada kota Surabaya di hari pahlawan. “kami sejak lama mencanangkan APBD 2022 disahkan tepat pada hari pahlawan dan pak wali kota juga mengatakan bagaimana jika penetapan APBD tepat pada 10 november maka, maka kami sepakat dan akan melakukan rapat paripurna dengan kostum pejuang,” paparnya.












