“Jadi, APBD yang kami sepakati yang harus bisa menyentuh langsung kepada masyarakat dan itu bisa mengurangi kemiskinan, dan kita fokusnya ke pendidikan dan pelayanan kesehatan serta mengurangi kemiskinan di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri.
Menurutnya, salah satu yang diusulkan oleh para pimpinan parpol adalah aset pemkot yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tidak jadi aset diam. Ia pun menegaskan, ke depan aset pemkot harus dipastikan pemanfaatannya bagi masyarakat, karena itu sudah perintah presiden dan juga Menteri Keuangan.
“Alhamdulillah dengan seluruh pimpinan parpol yang hadir hari ini, kami memiliki visi yang sama untuk menggerakkan seluruh aset pemkot untuk kepentingan umat di Kota Surabaya. Bayangkan kalau aset itu dikerjakan oleh kelompok masyarakat, seperti tambak, kita kumpulkan warga yang tidak mampu, lalu kita beri modal dan hasil panennya diambil mereka untuk modal berikutnya, tentu ini akan menjadi amal jariyah saya dengan ketua partai dan itu menjadi kesepakatan kita bersama,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengaku semakin optimis dalam membangun Kota Surabaya ke depannya. Apalagi dia selalu mengatakan bahwa para pimpinan parpol di Kota Surabaya itu adalah orang-orang hebat. Bahkan, ia juga menyadari tidak punya kemampuan sendiri untuk membangun Surabaya, karena kemampuannya terbatas.
“Kesempurnaan saya ketika ketua partai ini berpikir bersama menggerakkan pembangunan Kota Surabaya. Itulah kesempurnaan sebenarnya, dan Alhamdulillah itu yang terjadi di Kota Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Surabaya Sutadi yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, melalui pertemuan ini, para ketua partai ingin memastikan apa yang telah diprogramkan oleh Wali Kota Surabaya dan jajaran pemkot benar-benar didukung oleh semua stakeholder Kota Surabaya. Selain itu, partai juga mendorong untuk memaksimalkan aset yang ada dan mendorong kerjasama dengan pihak ketiga, seperti BUMN dan lainnya.












