Danrem berharap kepada para peserta pembekalan Intelter agar materi yang diperoleh dapat segera diterapkan dan diaktualisasikan di satuan masing-masing.
“Dengan bertambahnya pemahaman serta wawasan tentang materi intelijen teritorial ini, saya berharap para peserta nantinya akan mampu menghasilkan suatu langkah nyata dalam upaya peningkatan kemampuan insan intelijen teritorial dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok”, terangnya.
Menurut Danrem, ilmu yang didapatkan selama pembekalan, belum cukup dikaitkan dengan perkembangan situasi yang terus berubah, khususnya kemampuan dalam melakukan analisa secara tajam terhadap semua bentuk persoalan dan kasus yang terjadi di lapangan.
“Babinsa juga harus memiliki naluri intelijen yang lebih, mampu mengembangkan metode, taktik dan tehnik intelijen berdasarkan mekanisme dan prosedur yang benar. Ilmu pengetahuan yang diperoleh harus dapat diaplikasikan dengan baik, sehingga dapat mendeteksi dan menetralisir terhadap permasalahan yang timbul dimasyarakat dan dapat menyajikan data pada pimpinan untuk dijadikan dasar bagi pimpinan dalam mengambil putusan”, pungkasnya. (Tgh)












