Dan memang, cangkrukan bareng itu jadi ajang diskusi antara wali kota, pejabat pemkot, dan masyarakat. Satu persatu perwakilan warga di enam kelurahan di Kecamatan Wonokromo menyampaikan aspirasinya. Ada yang menyampaikan terkait masalah genangan air, rumah tidak layak huni, soal pendidikan, akta kematian, hingga program dana kelurahan.
“Pergerakan kami di pemkot tidak akan bisa sempurna kalau tidak ada panjenenga semuanya. Karena kami semua (pejabat pemkot) adalah sayyid, yang berarti pelayan masyarakat,” sambung wali kota.
Karenanya, melalui momentum ini, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga mengajak seluruh warga di Kecamatan Wonokromo untuk bergotong-royong bersama menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Misalnya, perangkat kampung seperti PKK, RT/RW atau LPMK aktif melaporkan kondisi warganya yang membutuhkan intervensi dari pemerintah.
“Saya nyuwun tulung (minta tolong) ke bapak/ibu semuanya, mulai sekarang bantu pemkot untuk mensejahterakan warga dan membahagiakan warganya. Sebab, kalau tanpa bantuan panjenengan semua, pemkot tidak akan bisa sempurna,” tuturnya. (hadi)



