Cakrawala DemokrasiCakrawala PolitikHeadlineIndeks

Momen Peringatan HSN, PDIP Surabaya: Perkuat Sinergi dengan Santri

×

Momen Peringatan HSN, PDIP Surabaya: Perkuat Sinergi dengan Santri

Sebarkan artikel ini
Adi Sutarwijono saat peringatan HSN di kantor DPC
Adi Sutarwijono saat peringatan HSN di kantor DPC

Adi mendorong sinergitas antara PDI Perjuangan dengan santri. Sebab, kader banteng dan santri memiliki ideologi sama. Santri mewarisi karakter pejuang. “Dan, PDI Perjuangan merupakan wadah perjuangan rakyat,” tuturnya.

Menurut Adi, banyak anggota dan kader PDIP Surabaya yang juga santri. Bahkan menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan. “Mari berjuang bersama-sama untuk kebaikan Kota Surabaya dan Indonesia ,” kata Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut perjuangan santri tidak bisa dilupakan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. 76 Tahun lalu, tentara Belanda membonceng sekutu datang ke tanah air untuk merampas kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945.

“Kemudian para ulama mencetuskan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menggerakkan perjuangan kaum santri dalam membela kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Para ulama bersama barisan santri se-Jawa dan Madura berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Ini sama persis, seiring sejalan, dengan ideologi PDI Perjuangan. Selaras dengan kaum nasionalis yang berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Eri Cahyadi kemudian mengenang persahabatan Presiden Soekarno dengan para ulama, terutama KH Hasyim Asyari. “Bahkan dalam menentukan tanggal proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, terlebih dulu Bung Karno meminta pertimbangan Kiai Hasyim Asyari,” kata Eri.

Kata Eri, santri selalu hadir ketika masa krisis. Ketika perjuangan kemerdekaan, santri berada di garda paling depan. Sekarang, ketika negara mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, santri hadir membantu masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mari berjuang bersama-sama. PDI Perjuangan harus bersinergi dengan kaum santri. Berjuang bersama agar Surabaya bisa menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *