“Secara absolut jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada September 2020 sebesar 4,58 juta orang, meningkat 166,87 ribu orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 529,97 ribu orang terhadap September 2019,” ujarnya.
Tak hanya itu, menurut Irwan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur juga menjadi PR untuk Propinsi Jatim. “Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur Tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,39 persen, angka ini lebih rendah dibanding Provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing terkontraksi sebesar 3,34 dan 2,44 persen,” kata pria 45 tahun itu.
Terlebih di masa pandemi Covid-19 tahun 2020 yang membuat angka Tingkat Pengangguran terbuka (TPT) Jawa timur memang mengalami kenaikan yaitu 5,84 persen dari angka tahun 2019 yang 3,83 persen.
Ia kemudian menyampaikan kesiapan PKS Jawa Timur untuk memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah dalam membangun Jawa Timur ke arah yang lebih baik.
“PKS merupakan bagian dari elemen masyarakat. Sejak awal kami bertekad untuk membela dan melayani rakyat. Jadi jika untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam membangun Jawa Timur, kami akan selalu siap,” tegas pria yang pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur selama 2 periode itu.



