Saking senangnya, ke depan, Risma berjanji akan membangun tempat diskusi dan belajar yang akan diletakkan di Gedung Siola Lt.3. Hebatnya lagi ruangan tersebut akan dibuka selama 24 jam disertai mentor untuk mendidik dan menjawab pertanyaan dari mereka yang ingin belajar industri kreatif,” terangnya.

Walikota perempuan pertama di surabaya tersebut juga berencana membangun gedung seluas 3000 m2 dengan alasan jika gedung di siola tidak mencukupi maka akan dibangun gedung tambahan agar wadah bagi mereka yang ingin belajar teknologi semakin bertambah. “Ruang sudah disiapkan, Jadi tidak ada alasan lagi untuk mengatakan tidak ada wadah bagi mereka,” tegas Risma.
Alasan Risma mensupport kegiatan positif bagi anak muda ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ketika dirinya berkunjung ke Inggris beberapa waktu lalu. Ia bercerita bahwa di sana, terdapat pengembangan innovatif atau pengenalan teknologi secara dini yang diperuntukkan bagi anak kecil.
“Mereka diajari dan dikenalkan seputar dunia teknologi, tujuannya agar anak dapat berinovasi dimanapun dan kapanpun, itu yang nanti saya terapkan di surabaya agar anak-anak muda di surabaya tidak ketinggalan dalam berteknologi,” terang mantan Kepala Bappeko tersebut.












