“Karena itu ketika sore ini mendapatkabar kepergian beliau dari saudara Hidayat, saya sangat merasa kehilangan. Lalu terbayang masa-masa ngobrol bersama pengurus lainnya. Beberapa kali ke Kota MOjokerto, saya dijamu di Rumah Makan Anda yang kesohor itu,” kenang Anwar Sadad.
Diakui Sadad, mengobrol dengan Pak Rizal Zakaria tak melulu soal partai, tapi juga soal pengalaman beliau yang panjang, dan kegigihannya mengarungi suka duka kehidupan. “Sebagai orang yang lebih muda dari beliau, saya banyak belajar dari almarhum,” jelasnya.
Dari lubuk hati terdalam, “Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkannya. Takdir tak bisa dihindari. Yakinlah rencana Allah pasti lebih baik dari rencana manusia. Allah sedang mmenyusun skenario terbaik untuk Pak Rizal,” tambah Sadad.
Menurut Gus Sadad, sesunguhnya kita semua sedang berjalan menuju Tuhan, dan kepada-Nya kita akan kembali. “Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kerelaan dan Tuhan pasri meridhaimu, amin,” pungkasnya.



