“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” terang politikus asal Pasuruan ini.
Menurut Gus Sadad, almarhun adalah figur kader ideal, pekerja keras tapi tak banyak bicara. Hal itu dibuktikan dengan torehan prestasi dalam Pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu 2019 lalu.
“Saya mengenal beliau sebagai figur yang ramah dan santun. Hal itu nampak saat acara-acara partai beliau menunjukkan loyalitasnya dan tak pernah neko-neko,” terangnya.
Bahkan, lanjut Sadad, saat DPD Partai Gerindra Jatim menggelar kegiatan konsolidasi kader di Kota Mojokerto bisa berjalan dengan baik berkat support almarhum yang aktiif luar biasa.



